:::: MENU ::::

Senin, 01 Agustus 2016

Teks Tanggapan Deskriptif : Deskripsi Sugesti, Deskripsi Eksplanatori, Kelebihan dan Kekurangan Teks, serta Cara Meringkasnya

Yandi Hidayatulloh, S.Pd.

Di tulisan sebelumnya sudah dibahas mengenai Teks Tanggapan Deskriptif dilihat dari klasifikasi objeknya. Adapun di bagian ini akan dibahas perihal materi selanjutnya yang masih berhubungan dengan Teks Tanggapan Deskriptif, yakni dilihat dari cara mendeskripsikan objeknya atau cara menggambarkan objeknya. Berdasarkan cara mendeskripsikan objeknya, teks tanggapan deskriptif dibagi menjadi dua jenis: deskripsi sugesti dan deskripsi eksplanatori.
1. Deskripsi Sugesti
Deskripstisi Sugesti dilakukan berdasarkan kesan yang muncul. Kesan dapat muncul, misalnya melalui ekspresi wajah, gerak-gerik, gaya bicara dan sebagainya. Deskripsi sugestif biasanya bersifat imajinatif, muncul dari penafsiran penulisnya.
Sebagai contohnya :
Pada hari pertamaku masuk sekolah, aku diperkenalkan dengan walikelasku. Namanya Pak Darto. Penampilannya sangat sederhana, namun tampak berwibawa. Keramahannya juga terpancar dari wajahnya yang selalu tersenyum. Ia juga merupakan sosok guru yang bersahaja. Setiap ia ke kantor dengan sepeda tua.
2. Deskripsi Eksplanatori
Deskripsi Eksplanatori dilakukan berdasarkan fakta, apa yang dilihat langsung oleh penulis atau pembicaea. Deskripsi eksplanatori menghindari hal-hal yang bersifat subjektif atau imajinatif.
Sebagai contohnya :
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Lambang Negara Indonesia dilambangkan dengan bentuk burung Garuda dengan kepala menoleh ke sebelah kanan. Pada dadanya terdapat perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda. Kaki burung Garuda itu mencengkeram sebuah pita bertuliskan Bhineka Tunggal Ika.
Kelebihan dan Kekurangan Sebuah Teks
Dalam hal apapun, kelebihan dan kekurangan akan kita jumpai. Kelebihan yang ada harus dijadikan sebagai standar agar ke depannya tetap dipertahankan, begitu juga dalam tulisan. Ketika menemukan kekurangan, maka harus menjadi evaluasi agar ke depannya jauh lebih baik, bahkan sempurna.
Di bagian ini dibahas perihal kelebihan dan kekurangan sebuah teks. Selain kesatuan, kepaduan, kelengkapan dan keruntutan, paragraf yang baik harus memperhatikan penggunaan diksi dan ejaan. Penggunaan diksi yang tepat akan membuat paragraf mudah dipahami dan tidak salah tafsir. Ejaan yang benar juga akan membuat pembaca untuk memahami apa yang kita gambarkan melalui paragraf.
1. Diksi adalah pilihan kata. Penggunaan diksi dalam paragraf harus memperhatikan beberapa hal, antara lain topik, pembaca dan jenis paragraf. Topik paragraf mempengaruhi penentuan diksi karena diksi yang tepat akan mengantarkan pembaca memahami topik yang disampaikan penulis. Usia, latar belakang sosial budaya, latar belakang, dan psikologi pembaca memengaruhi daya nalar mereka. Dengan demikian, diksi yang tepat sangat membantu mempercepat pemahaman. Jenis paragraf yang berbeda akan membutuhkan gaya penulisan yang berbeda sehingga akan mempengaruhi pemilihan diksi.
2. Ejaan yang berupa penggunaan huruf dan tanda baca perlu diperhatikan dalam penulisan paragraf. Penggunaan huruf mencakup penggunaan huruf kapital dan penggunaan huruf miring. Penggunaan tanda baca meliputi tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-) dan tanda baca lain. Penggunaan huruf dan tanda baca yang tepat akan menghindari pembaca salahtafsir dan memudahkan pembaca untuk memahami maksud penulis.
Pada pelajaran ini, kalian akan belajar menilai sebuah teks tanggapan deskriptif. Menilai dalam hal ini adalah memberi penilaian baik atau buruk dengan skor nilai. Dalam memberikan penilaian, tentu saja kalian harus mampu bersikap objektif. Jadi yang kalian nilai adalah tulisannya, bukan penulisnya.
Untuk memberikan penilaian, kalian perlu memahami pedoman penilaian. Pedoman penilaian teks tanggapan deskriptif meliputi hal-hal berikut :
1. Aspeks struktur teks, apakah teks yang kalian nilai sudah memenuhi unsur teks tanggapan deskriptif.
2. Aspek kebahasaan, apakah teks yang kalian nilai sudah memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar (pemilihan kata dan penerapan ejaan).
3. Aspek pengembangan gagasan, apakah setiap paragraf teks yang kalian nilai sudah memenuhi unsur kesatuan, kepaduan, kelengkapan dan keruntutan/ urutan.
Beberapa petunjuk penilaian teks tanggapan deskriptif tersebut harus menjadi patokan, pedoman dan dasar dalam menilai sebuah karangan/ teks. Semakin sering membaca dan mempelajari perihal teks tanggapan desktiptif maka semakin baik pula hasil penilaian yang dikeluarkan. Otomatis bukan penilaian berdasarkan siapa penulisnya, melainkan apa hasil tulisannya (teks tanggapan deskriptif).
Memahami Langkah-langkah Meringkas Teks (Teks Tanggapan Deskriptif)
Sudah mengenalkah istilah ringkasan? Atau mungkin di antara kalian ada yang sudah pernah membuat ringkasan sebuah karangan. Baik itu rangkuman ataupun ikhtisar, namun yang pasti menjadikan karangan yang panjang dan banyak menjadi lebih sedikit tanpa menghilangkan gagasan-gagasan pokok setiap karangannya.
Ringkasan adalah penyajian bacaan dalam bentuk singkat dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang. Dalam meringkas, kalian hanya mengambil inti sari bacaan itu tanpa mengubah struktur teks yang kalian ringkas. Ciri-ciri ringkasan antara lain :
1. Menyajikan teks menjadi lebih pendek/ ringkas
2. Urutan isi wacananya tetap tidak berubah sesuai teks asli
3. Tidak mengubah makna teks
Menulis ringkasan teks sangat bermanfaat. Terutama bagi pelajar karena akan memudahkan seseorang menghafal teks atau memahami informasi terutama pelajaran. Misalnya, saat menghadapi ujian, jauh-jauh hari kalian harus menyusun ringkasan materi pelajaran sehingga dapat dibawa ke mana-mana, dibuka dan dibaca ulang, sehingga tak terasa kalian akan hafal materi tersebut.
Berikut ini adalah langkah-langkah menyusun ringkasan teks tanggapan deskriptif :
1. Membaca teks sampai selesai untuk memperoleh gambaran atau kesan umum tentang isi teks.
2. Mencatat gagasan utama setiap paragraf. Gagasan utama dapat berada di awal, tengah, akhir atau gabungan awal dan akhir paragraf.
3. Menyusun inti sari bacaan menjadi suatu paragraf atau lebih ringkas.
4. Membaca ulang ringkasan untuk memastikan isi ringkasan sama dengan isi teks meskipun disajikan dalam sajian yang lebih ringkas. Membaca ulang juga dimaksudkan untuk mengetahui bahasa yang digunakan pada teks sudah baik dan mudah dipahami.
5. Jangan sampai ringkasan yang dibuat justru mengubah gagasan utama teks awal. Meringkas bukan sembarang mengambil kata dari setiap kalimat dalam paragraf, namun harus mampu menjadikan bacaan yang panjang menjadi pendek namun tetap memiliki gagasan utama, ide pokok yang sama dengan bacaan awal.
 
Contoh Teks Tanggapan Deskriptif :
 
Laki-laki Paruh Baya Penuh Peluh
Di sudut pintu masuk pasar duduk seorang laki-laki paruh baya. Namanya Usman Nurrahman. Dia memakai celana pendek berwarna hitam yang warnanya sudah pudar dan terdapat kotoran debu berwarna cokelat keputih-putihan. Baju kaos yang dikenakan semula berwarna putih sekarang sudah kumal dan pudar. Lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaannya sebagai kuli panggul selama ini. Kulitnya yang hitam legam menandakan pekerjaannya sering terpapar sinar mentari yang ganas. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri. Semua jalan hidup itu dijalaninya dengan penuh rasa syukur.
Teks Tanggapan Deskriptif : Deskripsi Sugesti, Deskripsi Eksplanatori, Kelebihan dan Kekurangan Teks, serta Cara Meringkasnya

Teks Cerita Fabel : Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Cerita Fabel


Teks Cerita Fabel : Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Cerita Fabel

Yandi Hidayatulloh, S.Pd.


Salah satu inti dalam pembelajaran ini adalah memahami Teks Cerita Fabel, baik dari segi pengertian, Struktur dan Contohnya. Di dalam pembelajaran kelas VIII semeser 1 Kurikulum 2013, kalian akan mempelajari materi perihal Teks Cerita Fabel. Sudah mengenalkah apa yang dimaksud cerita fabel beserta struktur dan contohnya? Baik kita akan kupas satu persatu

  1. Pengertian Teks Cerita Fabel

Di Sekolah Dasar atau di kelas VII, tentunya kalian pernah mendengar yang namanya fabel, atau yang sering kita definisikan sebagai cerita mengenai binatang atau hewan yang kehidupannya seperti layaknya manusia.
Jika manusia mampu bercakap-cakap, maka begitu juga dengan binatang yang ditokohkan dalam cerita fabel, hampir seluruh kegiatan atau aktivitas manusia pada umumnya dipraktikan oleh binatang dalam cerita fabel.

            Contoh Puisi yang Mendeskripsikan Binatang / Hewan

Sebelum mempelajari cerita fabel, kita akan mengenal terlebih dahulu salah satu puisi yang mendeskripsikan binatang atau hewan. Hal ini ada dalam puisi berjudul “Gajah” karya Taufiq Ismail, adapun larik puisinya sebagai berikut :

Gajah

Anak-anak pernahkah kamu melihat gajah?
Di kebun binatang atau dalam buku sekolah?

Binatang ini badannya besar sekali
Dan lihatlah, juga teramat tinggi

Kedua telinganya lebar melambai-lambai
Hidungnya panjang, bernama belalai
Tapi matanya kecil dan tampak tidak sesuai
Kedua gadingnya tampak pula terjulai
Gajah itu sampai empat meter tingginya
Aduh adh, bukan kepalang tingginya
Dapatkah engkau menerka berapa berat badannya?
Enam ribu kilogram kira-kira berat tubuhnya

Belalai itu amatlah kuatnya
Kayu yang besar dapat diangkatnya
Tapi juga untuk menghisap air dan mengambil makanan
Lalu ke dalam mulutnya dia masukan
Gajah itu tinggl di hutan berkawan-kawan
Di Afrika, India, dan Sumatra bagian selatan
Bila sudah jinak pandailah dia bermain sirkus
Misalnya menari-nari atau berdiri di atas dua kaki

Puisi tersebut jika ditelisik lebih mendalam menggambarkan perihal binatang atau hewan Gajah. Pendeskripsiannya begitu jelas beserta dengan fungsi-sungsi dari setiap anggota tubuh Gajah. Bilalah puisi tersebut diubah menjadi sebuah cerita, maka sudah dipastikan akan menjadi cerita Fabel, disebabkan menceritakan kehidupan binatang.
Selain Gajah tentunya masih banyak binatang lain yang biasanya diceritakan dala fabel, seperti kura-kura, monyet dan kupu-kupu serta binatang lainnya. Di bawah ini sebuah contoh cerita yang menggambarkan kehidupan atau keseharian binatang atau hewan.
“Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.
Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.
Hey, kepompong alangkah jeleknya nasibmu, hanya bisa menggantung di ranting itu, ayo jalan-jalan lihat dunia yang luas ini, bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?
Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kempompong hanya dim saja mendengar ejekan tersebut.
Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semuat yang kecil tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampit tenggelam di kubangan lumpur itu.
Tiba-tiba ada binatang yang menolong, ternyata yang menolong adalah kupu-kupu yang tadinya selalu diejek oleh semuat yang saat itu berbentuk kempompong namun kini sudah menjadi kupu-kupu yang indah.
Akhirnya sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu. (Sumber: 50 cerita fabel)
Dongeng dan Jenisnya

            Macam-macam Dongeng

Dalam kenyataannya dongeng memiliki beberapa jenis, di antaranya yakni Fabel, Legenda, Mite dan Sage. Adapun penjelasan dari keempatnya yakni :
  1. Fabel 
si kancil yang cerdik

Fabel adalaj salah satu dongeng yang menceritakan perihal kehidupan binatang atau hewan yang hidup layaknya manusia, memiliki karakter, sifat dan perbuatan yang biasanya dilakukan oleh manusia pada umumnya. Karakter yang dimaksud yakni sedih, gembira, cerdas, cerdik, bijaksana, sombong iri, licik dan sifat lainnya baik negatif maupun sifat positif. Contoh dari cerita fabel yakni Kancil dan Siput, Kura-kura dan Monyet, Kuda dan Rusa dan jenis cerita lainnya yang menceritakan binatang yang layaknya manusia.
  1. Legenda
Legenda adalah salah satu dongeng yang menceritakan perihal asal mula atau asal muasal suatu daerah, tempat wilayah, yang sehingga dikenal orang bahkan menjadi nama daerah tersebut. Hal ini bisa dicontohkan seperti Gunung Tangkuban Parahu, Banyuwangi, Situ Mustika, Pulo Majeti, Rawa Onom dan lainnya.
  1. Mite
Mite adalah salah satu dongeng yang menceritakan perihal makhluk halus, dewa-dewa atau hal lainnya yang bersifat mistis yang erat kaitannya dengan kehidupan dan kepercayaan masyarakat di mana mereka tinggal. Salah satu contoh yang terkenal di daerah Jawa Barat, Pangandaran yakni Nyai Roro Kidul.
  1. Sage
Sage adalah salah satu dongeng yang menceritakan perihal kepahlawanan, seperti Ramayana, Hang Tuah dan cerita lainnya yang membicarakan kepahlawanan yang menjadi kebanggaan seutu masyarakat atau daerah.

  1. Struktur Teks Cerita Fabel

            Adapun secara struktur cerita fabel memiliki bentuk Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda. Dalam cerita semut dan kupu-kupu tersebut sudah terwakili keempat bentuk/ unsur dari cerita fabel.
  1. Penjelasan Struktur Teks Cerita Fabel dan Contoh Teks Cerita Fabel

Berikut ini penjelasan mengenai pengertian dari keempat unsur Cerita Fabel :
  1. Unsur Fabel bagian Orientasi adalah permulaan dari sebuah cerita yang biasanya berisi dengan perkenalan dari tokoh yang akan dibaca. Makna Orientasi sering digunakan untuk peserta didik yang baru artinya memperkenalkan situasi cerita kepada pembaca..
Contoh orientasi: Pada waktu dahulu kala hiduplah seekor anak kucing yang sedang berjalan di taman dengan bahagia, senang dan hati yang begitu cerah, hal tersebut dikarenakan dia baru saja mendapatkan ikan yang sangat besar, sehingga menjadikan dia (kusing) tampak berjalan dengan gagah, mendapati makanan yang begitu besar yang akan mengenyangkan perutnya yang lapar.
  1. Unsur Fabel bagian Komplikasi adalah waktu terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita. Bagian ini merupakan bagian timbulnya masalah, baik secara pribadi maupun pribadi dengan pihak lain.
Contoh komplikasi :  Tak disangka Sang Kucing yang membawa ikan besar sambil membanggakan diri itu dan sedang bahagia bertemu dengan kucing lain yang ukuran tubuhnya lebih besar yang ingin mengambil ikan besar bahagai tersebut tapi kucing bahagia tersebut tidak memberikan ikan besar itu kepada kucing yang ukuran tubuhnya lebih besar yang mengiginkan ikan itu.
  1. Unsur Fabel bagian Resolusi adalah bagian cerita dimana sang tokoh utama mendapatkan ide untuk memecahkan masalah yang berada dalam komplikasi. Masalah yang timbul di bagian komplikasi kemudian harus diselesaikan, hingga sang tokoh utama memiliki ide atau pemikiran untuk terhindar atau menyelesaikan masalah yang ada.
Contoh resolusi: Sang Kucing yang bahagia tadi pun mendapatakan ide untuk menyelesaikan masalahnya dengan kucing yang ukuran besar yang ingin mengambil ikan. akhirnya kucing bahagia tersebut membaginya dengan kucing yang ukuran besar lainnya.
  1. Unsur Fabel bagian Koda adalah akhir dari cerita yang mengandung makna dari cerita atau amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut. Sebuah cerita atau kisah, salah satunya dalam hal ini yakni Fabel harus memiliki manfaat, pelajaran, amanat yang berguna untuk kehidupan pembaca. Bagian inilah yang dimaksud dengan koda, bagian terpenting dalam sebuah alur cerita, yakni nilai manfaat.
Contoh koda: Kita sebagai makhluk ciptakaan Yang Kuasa harus saling membantu, tolong-menolong bergotong royong dalam menyelesaikan suatu masalah, terlebih jika masalah tersebut, masalah yang bersifat umum.
Demikianlah materi perihal Cerita Fabel, semoga memberikan manfaat dan pembelajaran yang bermakna hingga mampu menjadikan yang tadinya tidak faham, tidak mengerti bahkan sama sekali tidak mengetahui, menjadi mengetahui, faham dan mengerti akan pengertian dari cerita fabel, dan struktur yang merupakan bagian unsur pembangunnya. Demikianlah Teks Cerita Fabel : Pengertian, Struktur, dan Contoh Teks Cerita Fabel. Semoga membantu, mohon berkenan bantu bagikan (share) agar teman kita juga dapat merasakan kebermanfaatan serupa.
Yandi Hidayatulloh, S.Pd.

Di dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII (8) semester 1 kurikulum 2013 dan kelas IX (9) Kurikulum KTSP, siswa akan diajak untuk mengenal tokoh Inspirasinya. Banyak tokoh Indonesia yang menjadi sosok inspirasi, mulai dari pahlawan, olahragawan, seniman, atau bahkan hingga gubernur dan presiden. Seberapa besarkah pengaruh tokoh inspirasi bagi setiap orang yang mengenal dan mengaguminya. Terkadang kita menemukan orang yang sangat fanatik terhadap sosok yang diinspirasikannya.
Di antara berbagai tokoh inspirasi, dapatkah siswa menyebutkannya satu persatu di antara banyaknya tokoh inspirasi? Di antara banyaknya tokoh inspirasi mungkin ada siswa yang sudah mengenal Baharudin Jusuf (BJ) Habibie, Presiden pertama Ir. Soekarno, Wakil Presidennya yakni Muh. Hatta, Panglima Besar Jendral Sudirman, Kapitan Patimura, Susi Susanti, Chris Jhon, dan banyak lagi tokoh inspirasi lainnya.
Tujuan dari pembelajaran mengenal struktur teks Biografi ini guna menumbuhkan nilai-nilai positif yang telah dilakukan tokoh inspirasi guna dilakukan oleh penginspirasi. Salah satu bentuk mengenal tokoh inspirasi yakni dengan membacanya, mempelajarinya sehingga tidak akan ada kata melupakan jasa sosok inspirasi selama ini, baik yang masih ada maupun yang sudah meninggal dunia.
Tahapan yang akan dilakukan dalam mempelajari struktur teks biografi ini yakni melalui teks model. Adapun hal pertama yang harus dilakukan guru guna menumbuhkan rasa ingin tahu takni dengan mengajukan beberapa pertanyaan, di antaranya ;
  1. Siapakah yang dianggap sosok inspirasi?
  2. Siapa saja sosok inspirasi yang siswa kenal?
  3. Aapakah tokoh yang dimaksud bisa dijadikan sosok inspirasi bagai kehidupan siswa?
  4. Sudahkah siswa mengenal sosok inspirasi yang ada di daerahnya, baik kota/kabupaten atau provinsi?
  5. Mengapa tokoh yang disebutkan tersebut termasuk pahlawan, berikan alasannya!
  6. Apakah pelajar, olahragawan, dan artis dapat dikatakan sebagai sosok inspirator?
  7. Beriakan alasannya mengapa kita tidak boleh melupakan jasa pahlawan!

 SALAH SATU SOSOK YANG DAPAT MENJADI BAHAN PEMBUATAN BIOGRAFI

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut maka akan menimbulkan penggambaran dan pembayangan siswa akan sosok-sosok inspirasinya. Dengan mengenal sosok atau tokoh inspirasi akan menjadikan siswa mengenal sosok inspirasi nyatanya bukan sekadar khayalan layaknya superhero yang ada di televisi atau film kartun semata.
Metode permodelan yang dimaksud di atas yakni memberikan contoh biografi sosok inspirasi, salah satu sosok inspirasi pendidikan yakni Ki Hajar Dewantara. Adapun contoh biografi singkat beliau sebagai model sebagai berikut ;

Contoh Teks Biografi
Ki Hajar Dewantara, Sosok Inspirasi Pendidikan Indonesia
  1. Nama kecil Ki Hajar Dewantara yakni Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Berasal dari kalangan keluarga Kraton. Ada yang unik, ketika usianya menginjak 40 tahun, beliau mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara, tujuan dari penggantian tersebut, agar beliau bisa berbaur dengan kalangan masyarakat pada umumnya.
  2. Di pendidikannya, beliau menamatkan sekolah dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA (sekolah Dokter Bumiputera), beliau tidak sampai menamatkan sekolahnya karena sakit. Kemudian menginjak dewasa beliau bekerja sebagai wartawan di beberapa media surat kabar, di antaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Kaoem Moeda dan sebagainya.
  3. Selain aktif dalam dunia kewartawanan dan tulis menulis, beliau juga aktif di beberapa organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, beliau aktif sebagai propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia. Beliau sering menyuarakan perihal pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.
  4. Semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara semakin menggebu dalam bentuk perjuangannya hingga pada bulan Nopember 1913 beliau membentuk Komite Boemipoetra hingga melancarkan kritikan terhadap pemerintahan belanda yang ingin merayakan 100 tahun kebebasan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya.
  5. Kepribadian dan perjuangannya dalam dunia pendidikan tidak disangsikan lagi mengingat beliau merupakan pendiri Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Sepak terjangnya di dunia pendidikan menjadikannya Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama, hingga tanggal lahirnya, yakni 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Setelah siswa dan guru diajak untuk membaca teks model, guru meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
  1. Siapakah nama asli dari Ki Hajar Dewantara dan mengapa namanya diganti ketika menginjak usia 40 tahun?
  2. Ke manakah i Hajar Dewantara melanjutkan pendidikannya ketika lulus Sekolah Dasar?
  3. Apa alasan yang menjadikan tulisan-tulisan Ki Hajar Dewantara begitu diminati oleh pemuda di zamannya?
  4. Mengapa Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati tanggal 2 Mei, diambil dari manakah tanggal tersebut?
Mengenal Struktur Biografi harus dilakukan oleh siswa, guna mempermudah ketika menganalisis dan menulis biografi.

Struktur Teks Biografi
Adapun Struktur Teks Biografi adalah Orientasi, Peristiwa dan Masalah serta Reorientasi.
  1. Contoh Teks Orientasi :
Nama kecil Ki Hajar Dewantara yakni Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Berasal dari kalangan keluarga Kraton. Ada yang unik, ketika usianya menginjak 40 tahun, beliau mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara, tujuan dari penggantian tersebut, agar beliau bisa berbaur dengan kalangan masyarakat pada umumnya.

2. Contoh Teks Peristiwa dan Masalah :
Di pendidikannya, beliau menamatkan sekolah dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA (sekolah Dokter Bumiputera), beliau tidak sampai menamatkan sekolahnya karena sakit. Kemudian menginjak dewasa beliau bekerja sebagai wartawan di beberapa media surat kabar, di antaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Kaoem Moeda dan sebagainya.
Selain aktif dalam dunia kewartawanan dan tulis menulis, beliau juga aktif di beberapa organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, beliau aktif sebagai propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia. Beliau sering menyuarakan perihal pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.
Semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara semakin menggebu dalam bentuk perjuangannya hingga pada bulan Nopember 1913 beliau membentuk Komite Boemipoetra hingga melancarkan kritikan terhadap pemerintahan belanda yang ingin merayakan 100 tahun kebebasan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya.
3. Contoh Teks Reorientasi :
Kepribadian dan perjuangannya dalam dunia pendidikan tidak disangsikan lagi mengingat beliau merupakan pendiri Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Sepak terjangnya di dunia pendidikan menjadikannya Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama, hingga tanggal lahirnya, yakni 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Simpulannya, Struktur Teks Biografi memiliki unsur Orientasi, Peristiwa dan Masalah serta Reorientasi. Adapun tujuan dari penulisan Biografi guna menjadikan generasi penerus bangsa mengenal dan mencontoh biografi tokoh inspirasi.
Demikianlah Contoh dan Struktur Teks Biografi. Semoga bermanfaat. Mohon bantu bagikan (share). Terima kasih.

http://pelajaranbahasaindonesia.com/2016/07/23/contoh-dan-struktur-teks-biografi/